Angka Jawa

Dalam ilmu epigrafi terdapat dua bentuk angka jawa. Pertama angka-angka dalam jawa kuno dan angka-angka dalam jawa baru. Dibawah Ini contoh angka jawa kuno yang saya dapat semasa kuliah dulu:

dalam angka jawa kuno untuk menunjuk jumlah satu dan lainnya masih terdapat banyak varian sedang angka jawa baru lebih baku, jika tidak penggunaan angka jawa baru dimulai sejak jaman Sultan Agung:

Dengan masuknya Islam ke Jawa juga menambah khasanah keilmuan baru dalam per-angkaan (maksudnya numorologi) diJawa, yang dikenal dengan Abajadun

Abajadun adalah Ilmu menghitung aksara arab telah di kenal sejak masa kejayaan islam. ilmu tersebut , konon merupakan bagian proyek alih pengetahuan yang di gelar Dynasti Abbasiyyah dengan menerjemahkan buku - buku asing. Setelah melalui proses asimilasi” , ilmu itu di kembangkan oleh para ulama ahli hikmah. sebagai contohnya adalah Al Imam Abdul Abbas Ahmad bin Ali al Buni dengan kitabnya Syamsul Ma’arif dan Manba’u Ushulil Hikmah , Al Imam Abu Hamid Muhammad al Ghazali dalam Al aufaq.

Dalam sisi sejarah nilai ghaibnya sebagai berikut , Ilmu hikmah sendiri diyakini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu sebelum islam. Ilmu hikmah adalah ilmu yang di turunkan oleh Alloh khusus kepada Hurmus ( tokoh yg kini masih dalam perdebatan ). Hurmus itulah yang bisa menerjemahkan nilai - nilai ghaib menjadi kenyataan . Dan dari nama hurmus itu terbentuk kata hermeneutic ( upaya menafsirkan yang ghaib menjadi kasat mata ). Meski demikian ilmu menghitung huruf yang juga di sebut sebagai ilmu Abajadun yang di perkirakan ada pada jaman ibrani mengingat urutan huruf mirip dengan urutan abjad ibrani.

Dalam aksara Arab dalam ilmu menghitung adalah :

Alif , Ba , Jim , Dal , Ha , Wau , Za , Ha , Tha , Ya , Kaf , La , Ma , Nun , , Sin , ‘Ain , fa, Shin , Qof Ro’ , shyn , Ta , Tsa , Kha , Dzal , Dhod , Zha , Ghoin.

sering di lagukan : Abajadun Hawazun Hathayakun Lamanun Sa’afashun Qarasyun Tatsakhazun Dhazhaghun.

sedangkan dalam alfabet yibrani adalah :

Alef , Beit , Gimel , Dalet , Hei , Vaw , Zayin , Chet , Tet , Yud , , Kaf , Lamed , Mem , Nun , Samech , Ayin , Pei , Tzadik , Quf Reish , Shin , Thav.

setiap huruf - huruf itu mempunyai nilai - nilai tertentu misalnya A = 1 , Ba =2 , Ya = 10 , Qaf = 10. contoh penggunaan yang riil adalah dalam nisan-nisan kuno n prasasti serta manuskrip.

Jika Anda menyukai posting ini, silahkan menuliskan komentar Anda atau subscribe ke feed dan mendapatkan kiriman artikel selanjutnya ke feed reader Anda.

Komentar

Cukup bagus. n saya sndri merasa tertarik coz khazanah kebudayaan nenek moyang sngt kaya akan fisolofi. Knp anak skrg ga pdl dgn peninggalan nenek myg yg sgt brhga? Teman2 marilah kt gali warisan leluhur kita biar kt g lupa siapa jt dr kita.

perkenalkan nama saya Hadi, saya mahasiswa Seni Rupa ITB
saya mau nanya, kalo penulisan angka 60 dalam angka jawa bagaimana?

mohon dibls ke e-mail saya
terima kasih

saya sangat membutuhkan petunjuk untuk bahan tugas saya
jadi saya mengharapakan Mas bisa membantu saya

sebelumnya terimakasih untuk mas hadi bila merasa dapat mengambil manfaat dari tulisan diblog ini. saya akan sangat senang sekali bila bisa membantu. sampeyan bisa meng-add id ym saya di maulanay@yahoo.co.id

Tuliskan komentar

(required)

(required)