re-post : Asimilasi kebudayaan Hindu, budha dan Islam di Indonesia (1)
Indonesia sampai saat ini masihlah menjadi sorga bagi para sejarawan dan antropolog dikarenakan masih banyaknya “lahan” penelitian yang bisa digarap, mulai dari peninggalan-peninggalan masa lalunya, struktur masyarakatnya, juga keanekaragaman hayatinya.
Bekas-bekas manusia terawal telah dijumpai dijawa. Phithecanthopus erectus yang ditemukan oleh Eugene Dobois dan homo mojokertensis yang ditemukan Von Koenigswald serta homo floresiansis yang baru-baru ini ditemukan di Liang Bua flores menunjukkan peradaban dan kebudayaan Indonesia termasuk dalam peradaban-peradaban tertua didunia. Sehingga tak salah bila George Coedes dalam bukunya Les Etat Hindouises et d’Indonesie menulis bahwa Nusantara sebelum datangnya kebudayaan Hindu dan Budha telah memiliki kebudayaan sendiri seperti bercocok tanam, seni bangun, dan mengolah logam. Sedang Krom menambahkannya penjelasan Coedes dengan kesenian yg telah dimiliki penduduk nusantara seperti Gamelan, Wayang kulit juga kerja membatik. Dalam hal kepercayaan penduduk Nusantara telah menaruh “penghargaan” pada roh-roh Leluhur juga pada benda-benda (pohon, batu, air, tanah) sebagai elemen lain yang menempati dunia ini sebagai penanda bagi eksistensi kekuatan yang lebih besar diluar semua itu yaitu Tuhan.
Disini saya saya lebih mengikuti pendapat F.D.K Bosch dan Van Leur dalam ucapannya di University Leiden bulan maret 1946 yang bertajuk “The Problem of Hindu Colonisation of Indonesia” tentang khayalan penulis-penulis India seperti Radhakuman Mookerji mengenai pengembara-pengembara India yang menyeberangi laut ke arah timur dan nusantara kemudian mendirikan kerjaan-kerajaan serta tanah-tanah jajahan, sebab menurut mereka nusantara telah memiliki kebudayaan sendiri, hubungan antara India dan nusantara menurut mereka diawali dari hubungan perdagangan yang saling berkunjung satu sama lain.
Munculnya kebudayaan Hindu, budha di Indonesia
Ada beberapa teori tentang masuknya kebudayaan Hindu ke Indonesia seperti yang dikemukakan oleh sarjana-sarjana belanda, dari masing-masing teori itu dinamakan hipotesis Ksatria, dan Vaisya. Hipotesis ksatria sebagaimana dikemukakan C.C Berg adalah bahwa kebudayaan India berkembang karena kegiatan-kegiatan hulubalang-hulubalang india yang pindah ke nusantara kemudian menikah dengan perempuan-perempuan penduduk asli dan mendirikan kerajaan/dinasti-dinasti. N.J Krom dengan teori Vaisyanya menerangkan masuknya orang india ke nusantara dengan damai, aman dan bermula dari pedagang yang menetap di melayu dan menikahi penduduk asli dengan cara itu kebudayaan india dikenalkan.
Kedua teori tersebut mendapat kritikan dari Bosch, menurutnya hipotesis ksatria tidak mewakili dari hasil-hasil peninggalan yang ada diIndonesia saat ini, prasasti-prasasti yang terdapat diindonesia tidak menggunakan bahasa sansekerta yang murni tetapi bercampur dengan bahasa lokal (maksudnya ada penambahan dalam kalimat seperti awalan dan akhiran-liat kembali posting saya yang awal: Diglosia masyarakat jawa- yang itu tidak lazim digunakan diIndia), juga sistem kasta yang ada dalam masyarakat India tidak benar-benar dipakai di indonesia (kecuali di Bali). Seni bangunan seperti candi di Indonesia berbeda dengan candi-candi di India, yang menurut Bosh itu merupakan asli hasil karya orang indonesia dimana para ahli seni bangunan tersebut telah membaca buku silpasastra yaitu buku panduan klasik India mengenai tehnik seni bangunan dan seni pahat. Kalaupun yang membawa kebudayaan India adalah pedagang seharusnya pusat-pusat kebudayaan Hindu tersebut berada dipusat-pusat perdagangan tepi pantai, bukan dipedalaman. Hubungan perdagangan itu sendiri tidak cukup untuk mengembangkan kebudayaan tinggi satu-satunya bangsa kebangsa lain. Jadi sebenarnya kebudayaan itu dibangun sendiri oleh penduduk asli, begitu pula dengan penyebaran agama Hindu dan Budha.
Bersambung ah………
Jika Anda menyukai posting ini, silahkan menuliskan komentar Anda atau subscribe ke feed dan mendapatkan kiriman artikel selanjutnya ke feed reader Anda.
bgusss
hebad
untunk az ad ini,,jadi ngebantu tugas sejarah nih…
pusink bgt dah ma yg nem na sejarah,,plg gk bsa d mengerti knapa sej hrus ad ulangan,,knapa sejarah hrus ad pelajaran ny..
ngapz y ngapalin org2 yg dah gk ad,,mana semua tempat,arti,tookoh sgala macamnya kudu di mengerti juga lage…
mampus dah….