Surga itu bernama Nusantara(2)


Monopoli Belanda di nusantara

Pencarian negeri rempah-rempah terus berlanjut. Pentingnya rempah-rempah bagi negara –negara di Eropa serta peperangan yang terjadi antar negara-negara di Eropa seperti Spanyol, Portugis, Inggris dan Belanda , menjadikan Belanda menempuh sendiri perjalanan ke timur untuk mencari negeri asal rempah-rempah. Lalu apa yang menjadikan Belanda harus mencari jalan ke Timur dan melakukan penjelajahan demi rempah-rempah?

Ditaklukannya portugis oleh spanyol pada tahun 1580 dan peperangan yang terjadi antara Belanda melawan Spanyol tahun 1568-1648 menjadikan tidak diijinkannya Belanda membeli rempah-rempah yang berpusat di Lisabon. Sehingga kemudian mereka berusaha mencarikan sendiri pusat rempah-rempah di dunia Timur.

Pada awanyal di abad ke-16, armada-armada Portugis dengan kecepatan mengejutkan melintasi lautan sampai Timur Jauh. Mereka kemudian menguasai perdagangan rempah-rempah yang laku keras di pasaran Eropa. Rempah-rempah bukan saja sebagai penyedap dan pengawet makanan, tapi juga sebagai bahan obat-obatan. Karenanya, Lisabon kala itu menjadi pusat perdagangan yang ramai di Eropa. Barang-barang dagangan dari Asia, dan terutama dari kepulauan Nusantara ini menumpuk di kota tersebut.

Orang-orang Belanda sendiri banyak memperoleh keuntungan dari perdagangan rempah-rempah itu. Tetapi, pada 1580 Portugis dikuasai Spanyol. Belanda sendiri tengah berjuang membebaskan diri dari Spanyol. Kemudian, Lisabon tertutup bagi kapal-kapal Belanda. Mereka harus mencari sendiri jalan ke Nusantara, negeri asal rempah-rempah itu.
Para petualang Belanda beruntung karena mereka memperoleh informasi perjalanan bangsa Portugis ke Asia dan Indonesia dari Jan Huygen Van Linschoten, seorang penjelajah Belanda yang ikut pelayaran Portugis sampai di Indonesia. Ia menulis buku yang berjudul “Itinerario, Voyage Ofte Schipvert naer Oost ofte Portugaels Indiens “ (catatan perjalanan ke Timur, atau Hindia Portugis).

Sayangnya, beberapa kali ekspedisi kapal Belanda selalu gagal mencapai kepulauan Indonesia. Ternyata armada-armada ini salah jalan, melewati rute arah utara. Tapi, kegagalan ini tidak membuat armada-armada putus asa. Mereka terus mencoba mendatangi Indonesia. Tahun 1599, suatu ekspedisi dari empat buah kapal dipimpin Cornelis de Houtman mendarat di Banten, setelah lebih setahun mengarungi samudera. Tapi, ekspedisi ini tidak berhasil membeli rempah-rempah. Bahkan mereka diusir oleh Sultan Banten, karena sikap orang Belanda yang congkak. Bahkan, sepertiga awak kapalnya meninggal dunia dalam ekspedisi ini. Dari 247 awak kapal, hanya tinggal 87 orang.

Sekalipun tidak mendapatkan rempah-rempah dalam jumlah besar, tetapi ekspedisi ini disambut besar-besaran ketika tiba kembali di negeri Belanda. Seluruh awak kapal yang masih hidup disambut bak pahlawan. Ini yang dianggap penting oleh mereka, karena jalur laut ke Nusantara telah ditemukan. Sejak saat itu, tidak henti-hentinya armada laut Belanda mendatangi Nusantara. Sayangnya, para pedagang Belanda yang berambisi untuk mendapatkan keuntungan besar, saling bersaing. Agar persaingan tidak sehat yang merugikan ini tidak berkepanjangan, maka pada 20 Maret 1602 dibentuklah Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC), atau Perserikan Dagang Hindia Timur.

bersambung ….

Jika Anda menyukai posting ini, silahkan menuliskan komentar Anda atau subscribe ke feed dan mendapatkan kiriman artikel selanjutnya ke feed reader Anda.

Komentar

terusane mana mas, aku mau bikin buku sejarah sendiri untuk sekolah yang akan didirikan….he…

Tuliskan komentar

(required)

(required)