LEKTUR KEAGAMAAN DALAM PENGAJARAN TEOLOGI ISLAM DI PONDOK PESANTREN ABAD XVIII -XX DI INDONESIA
LEKTUR KEAGAMAAN DALAM PENGAJARAN TEOLOGI ISLAM
DI PONDOK PESANTREN ABAD XVIII -XX DI INDONESIA
DRS. AMIQ, MA
Abstrak
Sejak berdirinya pondok pesantren merupakan pusat pengajaran ilmu-ilmu keislaman di Indonesia. Selain itu pondok pesantren menjadi simpul intelektual yang menghubungkan tradisi intelektual Islam di Timur Tengah dan beberapa pusat aktifitas intelektual di Indonesia. Ketika terjadi pembatasan sirkulasi kitab kuning oleh pemerintah kolonial Belanda, lingkungan pondok pesantren menjawabnya dengan menyalin dalam bentuk naskah tulisan tangan kitab-kitab yang pernah menjadi kurikulum pendidikannya. Hingga kini, sejumlah naskah hasil salinan dari kitab kuning dapat kita temukan di beberapa pondok pesantren. Naskah-naskah tersebut merupakan rekaman otentik dari sebuah tradisi dan dinamika keilmuan yang pernah ada di lingkungan pondok pesantren.
Yang membedakan naskah dengan kitab aslinya adalah terutama catatan pinggir (marginalia) yang terdapat dalam naskah. Marginalia itu berisi rekaman oleh murid dari pen jelasan sang guru, komentar kritis terhadap isi kitab, transmisi intelektual dari sebuah madhhab Islam, ijtihad lokal yang dilakukan oleh ulama local pada masanya, serta catatan tentang sejarah lokal. Oleh karena marginalia naskah menjadi teks aktif pada masa penulisannya, dan naskah milik pondok pesantren menjadi dokumen yang unik.
Makalah ini akan membahas sejumlah naskah yang berasal dari lima pondok pesantren di tiga kabupaten di Propinsi Jawa Timur, yang reproduksi digitalnya tersimpan di Lembaga Pengkajian Agama dan Masyarakat (LPAM) Surabaya.
Unduh full artikel Disini
Jika Anda menyukai posting ini, silahkan menuliskan komentar Anda atau subscribe ke feed dan mendapatkan kiriman artikel selanjutnya ke feed reader Anda.
Komentar
Belum ada komentar.
Tuliskan komentar