<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Maulana El Roemy</title>
	<atom:link href="http://elroem.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elroem.com</link>
	<description>collecting the past constructing the future</description>
	<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 18:18:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>e-book Belajar bahasa belanda 2</title>
		<link>http://elroem.com/2010/03/01/e-book-belajar-bahasa-belanda-2.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2010/03/01/e-book-belajar-bahasa-belanda-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 18:18:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[my library]]></category>

		<category><![CDATA[belajar bahasa belanda]]></category>

		<category><![CDATA[tata bahasa belanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa belanda memang bukanlah bahasa internasional seperti bahasa  inggris yang umum digunakan, dan dianggap penting. tetapi bagi  sejarahwan yang berkecimpung dalam dunia sejarah, terutama sejarah  indonesia, bahasa belanda merupakan satu komponen yang penting untuk  dipahami dari segi tata bahasa ataupun segi literaturnya. masih  banyaknya sumber sejarah indonesia yang berbahasa belanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahasa belanda memang bukanlah bahasa internasional seperti bahasa  inggris yang umum digunakan, dan dianggap penting. tetapi bagi  sejarahwan yang berkecimpung dalam dunia sejarah, terutama sejarah  indonesia, bahasa belanda merupakan satu komponen yang penting untuk  dipahami dari segi tata bahasa ataupun segi literaturnya. masih  banyaknya sumber sejarah indonesia yang berbahasa belanda menjadikan  penguasaan bahasa belanda menjadi satu komponen penting  dalam  penelitian kesejarahan.</p>
<p><a href=" 	 http://www.ziddu.com/download/8774867/bahasabelandatukpemula2.rar.html">Download</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2010/03/01/e-book-belajar-bahasa-belanda-2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kamus jawa, kawi, madura</title>
		<link>http://elroem.com/2010/03/01/kamus-jawa-kawi-madura.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2010/03/01/kamus-jawa-kawi-madura.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 18:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[my library]]></category>

		<category><![CDATA[kamus jawa madura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[untuk yang suka dengan bahasa daerah dan yang ingin mendalami bahasa khususnya jawa, kawi dan madura. download ajalah.
Download
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>untuk yang suka dengan bahasa daerah dan yang ingin mendalami bahasa khususnya jawa, kawi dan madura. download ajalah.</p>
<p><a href=" 	 http://www.ziddu.com/download/8774886/bahasajawakawidanmadura.rar.html">Download</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2010/03/01/kamus-jawa-kawi-madura.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Setahun elroem dotcom, Alhamdulilah!</title>
		<link>http://elroem.com/2009/09/01/setahun-elroem-dotcom-alhamdulilah.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2009/09/01/setahun-elroem-dotcom-alhamdulilah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 19:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah, tak terasa setahun sudah elroem eksis didunia maya dengan tetap konsisten dijalur sejarah dan budaya. Walaupun awalnya hanya &#8220;keisengan semata&#8221; sebagai tempat menyimpan data setiap mata kuliah yang didapat untuk menyusun skripsi pada akhirnya ternyata juga bisa memberikan manfaat tersendiri bagi mereka yang mempunyai ketertarikan dengan ilmu sejarah, filogi, kodikologi dan sebagainya.
Terimakasih untuk teman-teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://elroem.com/wp-content/uploads/2009/09/oyotsketcer2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-371" title="oyotsketcer2" src="http://elroem.com/wp-content/uploads/2009/09/oyotsketcer2-300x284.jpg" alt="" width="300" height="284" /></a></p>
<p>Alhamdulillah, tak terasa setahun sudah elroem eksis didunia maya dengan tetap konsisten dijalur sejarah dan budaya. Walaupun awalnya hanya &#8220;keisengan semata&#8221; sebagai tempat menyimpan data setiap mata kuliah yang didapat untuk menyusun skripsi pada akhirnya ternyata juga bisa memberikan manfaat tersendiri bagi mereka yang mempunyai ketertarikan dengan ilmu sejarah, filogi, kodikologi dan sebagainya.<br />
Terimakasih untuk teman-teman yang telah membantu melahirkan elroem:<br />
<strong>Adji </strong>for this domain n ilmunya, karena anda saya  bisa jadi New Kids on the Blog.<br />
<strong>Eko</strong> for my place to share everything about java, juga donasinya untuk blog ini<br />
My best friend <strong>Adhi dan kapas</strong> yang membantu &#8220;ngotak-ngatik&#8221; blog.<br />
and the big bos of GOC <strong>Suwandi Suryaningrat </strong>yang menyediakan tempat tuk bertapa di tengah kebun jagung dan padi.<br />
Untuk semua pengunjung blog ini juga Kula Aturaken Matursuwun sanget.Semoga elroem kedepan dapat lebih maju dan banyak terisi informasi-informasi yang up to date seputar sejarah dan budaya Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2009/09/01/setahun-elroem-dotcom-alhamdulilah.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sastra dan Perkembangan Politik di Jawa Abad ke XVIII</title>
		<link>http://elroem.com/2009/05/31/sastra-dan-perkembangan-politik-di-jawa-abad-ke-xviii.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2009/05/31/sastra-dan-perkembangan-politik-di-jawa-abad-ke-xviii.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 03:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[my library]]></category>

		<category><![CDATA[Sastra dan Perkembangan Politik di Jawa Abad ke XVIII]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah tulisan oleh Alex Sudewa yang mengupas tentang relasi sastra dengan perkembangan politik di Jawa pada abad ke-18.
Download disini
(artikel ini hasil copas dari www.pr4bu.co.cc )
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah tulisan oleh Alex Sudewa yang mengupas tentang relasi sastra dengan perkembangan politik di Jawa pada abad ke-18.</p>
<p>Download <a href="http://www.ziddu.com/download/4972969/Sudewa-SastrDanPerkembanganPolitikDiJawaAbadXVIII.pdf.html">disini</a></p>
<p>(artikel ini hasil copas dari www.pr4bu.co.cc )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2009/05/31/sastra-dan-perkembangan-politik-di-jawa-abad-ke-xviii.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Jurnal Jantra</title>
		<link>http://elroem.com/2009/05/31/kumpulan-jurnal-jantra.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2009/05/31/kumpulan-jurnal-jantra.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 03:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[my library]]></category>

		<category><![CDATA[jurnal jantra]]></category>

		<category><![CDATA[jurnal sejarah dan budaya]]></category>

		<category><![CDATA[kumpulan jurnal jantra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[kumpulan jurnal Jantra, sebuah jurnal sejarah dan budaya yang merupakan bacaan penting bagi para akademisi yang concern di ranah budaya dan sejarah. bisa di download disini
(artikel ini hasil copas dari www.pr4bu.co.cc )
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kumpulan jurnal Jantra, sebuah jurnal sejarah dan budaya yang merupakan bacaan penting bagi para akademisi yang concern di ranah budaya dan sejarah. bisa di download <a href="http://www.ziddu.com/download/4972911/jantravol.II1-4.rar.html" target="_self">disini</a></p>
<p>(artikel ini hasil copas dari www.pr4bu.co.cc )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2009/05/31/kumpulan-jurnal-jantra.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>INDONESIA BANGKIT LEWAT LAUT*</title>
		<link>http://elroem.com/2009/04/05/indonesia-bangkit-lewat-laut.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2009/04/05/indonesia-bangkit-lewat-laut.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 07:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[my library]]></category>

		<category><![CDATA[makalah maritim]]></category>

		<category><![CDATA[maritim indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[

Indonesia adalah negara maritim yang memiliki banyak potensi yang sangat besar namun belum pernah dioptimalkan secara maksimal, melihat laut sebagai sebuah potensi pengembangan ekonomi disertai dengan usaha untuk menjaga kelestarian lingkungan dapat memberikan kontribusi secara signifikan untuk bangsa dan negara 
Sejarah Kelautan Indonesia
Dalam sejarah terdapat tesis bahwa kerajaan yang berhasil adalah kerajaan yang menguasai seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Indonesia adalah negara maritim yang memiliki banyak potensi yang sangat besar namun belum pernah dioptimalkan secara maksimal, melihat laut sebagai sebuah potensi pengembangan ekonomi disertai dengan<span> </span>usaha<span> </span>untuk<span> </span>menjaga<span> </span>kelestarian<span> </span>lingkungan<span> </span>dapat memberikan kontribusi secara signifikan untuk bangsa dan negara </em></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sejarah Kelautan Indonesia</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dalam sejarah terdapat tesis bahwa kerajaan yang berhasil adalah kerajaan yang menguasai seluruh aliran sungai dari hulu sampai hilir sebab ini mengkombinasi pedalaman yang agraris dan muara sungai sampai laut yang maritim. Sejarah Indonesia telah membuktikan kerajaan-kerajaan yang berhasil<span> </span>semacam itu, yaitu Kahuripan Erlangga, Singhasari Kertanegara, dan Majapahit Raden Wijaya-Hayam Wuruk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kejayaan<span> </span>bahari<span> </span>pertama<span> </span>dalam<span> </span>skala<span> </span>besar<span> </span>ditunjukkan<span> </span>oleh<span> </span>Kerajaan<span> </span>Sriwijaya.<span> </span>Bagaimana konstruksi kapal mereka saat itu (abad ke-7) bisa dilihat di sebuah relief di dinding Candi Borobudur yang terkenal itu. Van Erp, seorang ahli arkeologi zaman Belanda di Indonesia, pernah khusus mempelajari sebelas relief kapal laut di candi Budha terbesar di dunia ini. Ia berkesimpulan bahwa kapal2 itu dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok : perahu lesung sederhana, perahu lesung yang dipertinggi dengan cadik, dan perahu tanpa cadik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bagaimana Sriwijaya bisa menguasai lautan Nusantara di wilayah seluruh Sumatra sampai Malaya sekarang adalah karena kebijaksanaannya dalam memperkerjakan suku Orang Laut yang piawai dalam teknologi pembuatan kapal dan strategi perang laut. Suku Orang Laut mendiami daerah muara sunga-sungai<span> </span>dan<span> </span>hutan<span> </span>bakau<span> </span>di<span> </span>pantai<span> </span>timur<span> </span>Sumatera,<span> </span>Kepulauan<span> </span>Riau,<span> </span>dan<span> </span>pantai<span> </span>barat Semenanjung Malaya. Waktu itu, Sriwijaya telah berhasil menjadi kekuatan perdana dalam sejarah Nusantara yang mendominasi wilayah sekitar<span> </span>perairan timur Pulau Sumatera, yang merupakan jalur kunci perdagangan dan pelayaran internasional (sampai saat ini). Ia bergerak ke perairan Laut Jawa untuk menguasai jalur pelayaran rempah-rempah dan bahan pangan hasil pertanian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dalam kitab Negarakertagama Kertanegara telah mendengungkan perluasan cakrawala mandala ke luar Pulau Jawa, yang meliputi daerah seluruh dwipantara. Dengan kekuatan armada laut yang tidak ada tandingannya, pada tahun 1275 Kertanegara mengirimkan ekspedisi bahari ke Kerajaan Melayu dan Campa untuk menjalin persahabatan agar bersama2 dapat menghambat gerak maju Kerajaan Mongol ke Asia Tenggara. Tahun 1284, ia menaklukkan Bali dalam ekspedisi laut ke timur. Dua pilar utama kekuatan agraris dan maritim telah membawa Kertanegara menaklukan : Pahang, Melayu, Gurun (Indonesia Timur), Bakulapura (Kalimantan BD), Sunda, Madura, dan seluruh Jawa. Sekalipun lautan<span> </span>menjadi perhatian utamanya, Kertanegara tidak pernah “luput ing madal” (lupa daratan), ia memperkuat sektor agrarianya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Puncak kejayaan bahari tercapai pada abad ke-14 ketika Majapahit menguasai seluruh Nusantara bahkan pengaruhnya meluas sampai ke negara-negara asing tetangganya. Kerajaan Majapahit di bawah Raden Wijaya, Hayam Wuruk, dan Gajah Mada telah berkembang pesat menjadi kerajaan besar yang mampu memberikan jaminan bagi keamanan perdagangan di wilayah Nusantara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ekspansi bahari ini tercatat dalam Negara Kertagama anggitan Mpu Prapanca pada tahun 1365. Buku ini membagi wilayah kekuasaan Majapahit dalam empat kelompok wilayah : (1) wilayah2 Melayu dan Sumatera<span> </span>: Jambi, Palembang, Samudra dan Lamori<span> </span>(Aceh),<span> </span>(2) wilayah2 di Tanjung Negara (Kalimantan) dan Tringgano (Trengganu), (3) wilayah2 di sekitar Tumasik (Singapura), (4) wilayah2 di sebelah timur Pulau Jawa (Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku sampai Irian). Daftar lengkap nama2 wilayah taklukan Majapahit tersebut ada di buku Fruin-Mess (1919) “Geschiedenis van Java” halaman<span> </span>82-84(Fruin-Mess mengumpulkannya berdasarkan Pararaton, Negara Kertagama, dan Hikayat Raja-Raja Pasai).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Fruin-Mess (1919) menulis di halaman 84 (diterjemahkan dari bahasa Belanda), “Dengan demikian, orang akan melihat bahwa luas wilayah Majapahit kurang lebih sama dengan wilayah Hindia Belanda dikurangi dengan Jawa Barat karena dalam daftar tak disebutkan nama Pasundan”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><a href="http://elroem.com/wp-content/uploads/2009/04/majapahit.jpg"><img class="size-medium wp-image-308 aligncenter" title="majapahit" src="http://elroem.com/wp-content/uploads/2009/04/majapahit-300x148.jpg" alt="" width="300" height="148" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Potensi pengembangan sektor kelautan di Indonesia</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Wilayah kedaulatan dan yuridiksi Indonesia membentang luas di cakrawala katulistiwa dari<span> </span>94 o sampai 141o Bujur Timur dan 6 o<span> </span>Lintang Utara sampai 11 o<span> </span>Lintang Selatan, dan merupakan negara kepulauan.<span> </span>Kepulauan Indonesia terdiri dari 17.508 pulau besar dan kecil dan memiliki garis pantai 81.00 km terpanjang ke dua di dunia, serta luas laut 5,8 juta km2 (G. Jusuf,<span> </span>1999).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Wilayah laut Indonesia mencakup 12 mil laut ke arah luar garis pantai, selain itu Indonesia memiliki wilayah yuridiksi nasional yang meliputi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sejauh 200 mil dan landas kontinen sampai sejauh 350 mil dari garis pantai.<span> </span>Dengan ditetapkannya konvensi PBB tentang hukum laut Internasional 1982, wilayah laut yang dapat dimanfaatkan diperkirakan mencapai 5,8 juta km2 yang terdiri dari 3,1 juta km2<span> </span>perairan laut teritorial Indonesia dan sisanya sekitar 2,7 juta km2 perairan ZEE.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Wilayah <span> </span>laut<span> </span>menjadi<span> </span>sangat<span> </span>penting<span> </span>dengan<span> </span>dicantumkannya<span> </span>pada<span> </span>GBHN<span> </span>tahun 1993,<span> </span>dan didirikannya Departemen Kelautan dan Perikanan.<span> </span>Undang-Undang No 22 dan 25 tahun 1999 juga mencantumkan kelautan sebagai bagian dari otonomi daerah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Beberapa alasan pembangunan kelautan antara lain:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>a)<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Indonesia<span> </span>memiliki<span> </span>sumberdaya<span> </span>laut<span> </span>yang<span> </span>besar<span> </span>baik<span> </span>ditinjau<span> </span>dari<span> </span>kuantitas maupun keragamannya, Sumberdaya laut tersebut bila ditinjau<span> </span>dari<span> </span>kuantitas<span> </span>sangat<span> </span>besar,<span> </span>adapun keragaman sumberdaya laut untuk jenis ikan diketahui terdapat 8.500 jenis ikan pada kolom perairan yang sama,<span> </span>1.800 jenis rumput laut dan 20.000 jenis moluska. Potensi perikanan tangkap<span> </span>diperkirakan<span> </span>mencapai 6,26<span> </span>juta<span> </span>ton<span> </span>per<span> </span>tahun<span> </span>dengan<span> </span>jumlah<span> </span>tangkapan<span> </span>yang diperbolehkan sebesar 5,007 juta ton atau 80% dari MSY (Maximum Sustainable Yield).<span> </span>Hingga saat ini jumlah tangkapan mencapai 3,5 juta ton sehingga tersisa peluang sebesar 1,5 ton/tahun. Seluruh potensi perikanan tangkap tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomi sebesar US$15.1 milyar.<br />
</span><a href="http://elroem.com/wp-content/uploads/2009/04/08-makalah-bidang-maritim-1-0002.bmp"><img class="aligncenter size-medium wp-image-309" title="08-makalah-bidang-maritim-1-0002" src="http://elroem.com/wp-content/uploads/2009/04/08-makalah-bidang-maritim-1-0002.bmp" alt="" width="462" height="324" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>b)<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki 17.508 pulau, yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, pengeksplorasian potensi SDA alam (dalam hal ini tambang dan minyak) yang terdapat pada puluhan ribu pulau tersebut perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Potensi SDA yang baru di eksplorasi di beberapa pulau ini perlu terus dikembangkan<span> </span>Di identifikasikannya timah yang berada di Bangka dan Sumbawa, Aspal di Buton, penyimpanan minyak di pulau Weh, Pulau Klab, Pulau Rondo, Endapan Batubara di Daerah Marginal kepulauan Nias, Sumber Daya dan Cadangan Bahan Galian Untuk Pertambangan Skala Kecil di Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur Potensi SDA yang sangat besar ini mendorong diperlukannya investigasi teknologi yang terpadu untuk kemudian bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh bangsa Indonesia. Menurut Deputi Bidang Pengembangan Kekayaan Alam, BPPT dari 60 cekungan minyak yang terkandung dalam alam Indonesia, sekitar 70 persen atau sekitar 40 cekungan terdapat di laut. Dari 40 cekungan itu 10 cekungan telah<span> </span>diteliti<span> </span>secara<span> </span>intensif, 11 baru diteliti<span> </span>sebagian, sedangkan 29 belum terjamah. Diperkirakan ke-40 cekungan itu berpotensi menghasilkan 106,2 milyar barel setara minyak, namun baru 16,7 milyar barel yang diketahui dengan pasti, 7,5 milyar barel di antaranya sudah dieksploitasi. Sedangkan sisanya sebesar 89,5 milyar barel berupa kekayaan yang belum terjamah. Cadangan minyak yang belum terjamah itu diperkirakan 57,3 milyar barel terkandung di lepas pantai, yang lebih dari separuhnya atau sekitar 32,8 milyar barel terdapat di laut dalam. Perairan Indonesia merupakan suatu wilayah perairan yang sangat ideal untuk mengembangkan sumber energi OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion). Hal ini dimungkinkan karena salah satu syarat OTEC adalah adanya perbedaan suhu air (permukaan dengan lapisan dalam) minimal 20ｰC dan intensitas gelombang laut sangat kecil dibanding dengan wilayah perairan tropika lainnya. Dari berbagai sumber pengamatan oseanografis, telah berhasil dipetakan bagian perairan Indonesia yang potensial sebagai tempat pengembangan OTEC. Hal ini terlihat dari banyak laut, teluk<span> </span>serta<span> </span>selat<span> </span>yang<span> </span>cukup<span> </span>dalam<span> </span>di<span> </span>Indonesia<span> </span>memiliki<span> </span>potensi<span> </span>yang<span> </span>sangat<span> </span>besar<span> </span>bagi pengembangan OTEC. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>c)<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Pengembangan kelautan juga harus dibarengi dengan kemudahan moda transportasi laut, hal ini mendorong diperlukannya<span> </span>pemenuhan<span> </span>prasarana<span> </span>dan<span> </span>infrastruktur <span> </span>transportasi<span> </span>laut.<span> </span>Relatif mahalnya moda transportasi udara yang sedang berkembang dengan sangat pesat saat ini harus dibarengi<span> </span>dengan<span> </span>kebutuhan<span> </span>moda<span> </span>transportasi<span> </span>laut<span> </span>yang<span> </span>relatif<span> </span>lebih<span> </span>terjangkau <span> </span>untuk keseluruhan masyarakat Indonesia. Pembuatan sarana dan prasarana di laut yang masih sangat potensial ini mampu mendorong peningkatan lapangan pekerjaan dan alternatif moda transportasiyang relatif lebih murah ketimbang moda transportasi udara. Menurut catatan Dewan Kelautan Nasional, kemampuan daya angkut armada niaga nasional untuk muatan dalam negeri baru mencapai 54,5 persen, sedangkan untuk ekspor baru mencapai 4 persen, sisanya dikuasai oleh armada niaga asing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>d)<span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;"> </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Pengembangan potensi pariwisata laut, sektor pariwisata tentunya merupakan salah satu potensi unggulan Indonesia untuk mendatangkan turis asing dan tentu saja devisa asing ke dalam negeri. Wilayah indonesia yang merupakan kepulauan tentu akan menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan potensi pariwisata tersebut. Pengembaran resort dan juga tempat hiburan laut akan makin memperkuat daya tarik pariwisata indonesia untuk turis asing ataupun turis dalam negeri. Pengembangan ekowisata bahari dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi wisata telah mulai<span> </span>dikembangkan<span> </span>di bidang<span> </span>akomodasi<span> </span>yaitu<span> </span>pondok-pondok<span> </span>wisata<span> </span>beserta<span> </span>kelompok masyarakat yang berada di sekitar hotel besar yang akan menyediakan berbagai produk untuk dimanfaatkan. Keterlibatan masyarakat juga perlu dikembangkan dalam bidang sarana transportsi rakyat<span> </span>terutama<span> </span>perahu-perahu<span> </span>tradiosinal.<span> </span>Agar<span> </span>keterlibatan<span> </span>masyarakat<span> </span>ini<span> </span>optimal,<span> </span>maka seyogyanya dilakukan pembinaan dan peningkatan kualitasnya, baik melalui penyuluhan maupun pelatihan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Permasalahan Kelautan di Indonesia</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Permasalahan yang ada di Indonesia sebenernya adalah permasalahan klasik yang terus terjadi, permasalahan itu antara lain adalah</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;">a) Penangkapan ikan ilegal (ilegal<span> </span>fishing) penangkapan ikan oleh kapal kapal asing di wilayah indonesia oleh kapal-kapal pukat harimau dan jaring lebar di wilayah perairan sekitar pantai. Pihak pemerintah menyatakan bahwa negara mengalami kerugian sebesar US $ 4,5 juta akibat kegiatan pencurian ikan. Angka tersebut membuat kerdil jumlah pendapatan ekspor perikanan Indonesia setiap tahunnya sebesar US $ 2,2 juta. Selain itu, ditengarai pula sekitar 300 pabrik pengolahan ikan Thailand mendapatkan pasokan dari perairan Indonesia. Pusat Data Statistik dan Informasi Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP)<span> </span>bahkan menyatakan pada tahun 2007 kerugian negara dikarenakan pencurian ikan ini mencapai<span> </span>US $ 3 Milyar/ tahun, pencurian terjadi di lima wilayah : pencurian ikan di lima daerah yaitu Batam, Pontianak, Medan, Jakarta dan Tual. Kerugian itu terdiri atas penangkapan ikan di ZEEI dan ekspor yang tidak termonitor, sebesar US$ 1.200 juta, Kapal-kapal ilegal yang melanggar daerah penagkapan sebesar US $ 574 juta. Masalah utama dari pencurian ikan adalah akibat kurang sempurnanya sistem dan mekanisme perizinan untuk menangkap ikan. Ternyata dari sekitar 7000 kapal penangkap ikan berbendera Indonesia yang memperoleh izin menangkap ikan di perairan ZEEI, sekitar 70% dimiliki oleh pihak asing seperti Thailand Filiphina, Taiwan dan RRC.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;">b)Pemanfaatan berlebih (over exploitation) sumber daya laut,<span> </span>sehingga sumber daya laut tersebut tidak menjadi sustainable.(berkelanjutan), penyebab hal tersebut antara lain :</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">- Belum adanya institusi/lembaga pengelola khusus yang menangani masalah pengembangan pesisir dan laut. Implikasinya, tidak tersedianya instrumen hukum wilayah perbatasan antar propinsi tersebut<span> </span>(RT/RW, zonasi) untuk dapat diketahui masyarakat luas, khususnya dunia usaha yang diharapkan dapat menanamkan investasinya, serta pedoman bagi instansi di daerah (Tk I dan II) dalam pengelolaan dan pengembangan wilayah laut guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">- Keterbatasan sumberdaya manusia (aparat pemerintahan) dalam bidang pesisir dan laut yang terdidik dan terlatih. Sehingga kendala yang dihadapi adalah kesulitan dalam pendayagunaan serta peningkatan perangkat instansi daerah yang ada terhadap pengelolaan di wilayah pesisir dan 12 mil laut serta 4 mil laut yang merupakan kewenangan kabupaten/kota. Sebagai contoh adalah kesiapan regulasi tentang pemanfaatan lahan pesisir untuk kegiatan pembangunan (pariwisata,<span> </span>permukiman dan lain sebagainya), pengaturan pemanfaatan sumberdaya laut, pengaturan alur pelayaran;<span> </span>danlain-lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">- Ketersediaan data dan informasi pesisir dan laut sangat terbatas (seberapa besar potensi pesisir dan laut yang dapat terdeteksi misalnya bahan tambang, perikanan, dan pariwisata).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">_<span> </span>Terbatasnya wahana dan sarana dalam penerapan dan pendayagunaan teknologi bidang kelautan. Sehingga bagaimana upaya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pengelolaan sumberdaya kelautan/SDL dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat, belum bisa terjawab (keterbatasan kemampuan teknologi untuk dapat menggali potensi SDL).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;">c) Sistim pertahanan laut, Konvensi Hukum Laut yang ditandatangani pada tahun 1982 ini mengatur implementasi beberapa hal seperti penentuan garis pangkal, hak lintas damai, penentuan batas perairan pedalaman, Zona Ekonomi Ekslusif, Landas Kontinen dan penetapan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Konvensi ini memberikan hak dan kewajiban baru kepada banyak negara dan membutuhkan langkah-langkah untuk mengatur dan melindunginya. Pada tahun 1996, Pemerintah Indonesia telah mengusulkan kepada IMO (International Maritime Organization) tentang penetapan tiga ALKI beserta cabang-cabangnya di perairan Indonesia yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">ALKI I : Selat Sunda, Selat Karimata, Laut Natuna dan Laut Cina Selatan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">ALKI II : Selat Lombok, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">ALKI III-A : Laut Sawu, Selat Ombai, Laut Banda (Barat Pulau Buru)-Laut Seram<span> </span>(Timur Pulau Mongole)-Laut Maluku, Samudera Pasifik</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">ALKI III-B : Laut Timor, Selat Leti, Laut Banda, (Barat Pulau Buru) dan terus ke ALKI III-A</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">ALKI III-C : Laut Arafuru, Laut Banda (Barat Pulau Buru) terus ke utara ke ALKI III-A</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang mengancam keamanan Indonesia dilihat dari adanya ketentuan ALKI tersebut. Pertama, meningkatnya volume perdagangan dunia yang melalui laut dari 21.480 milyar ton pada tahun 1999 menjadi 35.000 milyar ton pada tahun 2010, dan 41.000 milyar ton pada tahun 2014. Perlu dicatat bahwa 25% perdagangan dunia tersebut dibawa oleh sekitar 50.000-60.000 kapal<span> </span>dagang setiap tahunnya melintasi jalur<span> </span>lalu<span> </span>lintas<span> </span>internasional<span> </span>yang<span> </span>melintasi<span> </span>perairan Indonesia. Kedua, alasan kenapa Indonesia seharusnya lebih menekankan pada pertahanan laut adalah adanya intervensi dan inisiatif oleh negara-negara besar yang kepentingannya (ekonomi perdagangan dan perang melawan terorisme) tidak ingin terganggu di kawasan perairan Indonesia. Hal ini tentunya didorong oleh tujuan mereka untuk mengamankan jalur perdagangan laut dan<br />
kontrol atas barang-barang yang diangkut oleh kapal-kapal yang melalui jalur tersebut. Ketiga, adalah masalah penyelundupan baik manusia, senjata ringan, dan narkotika. Ratusan ribu pucuk senjata ringan (Small Arm and Light Weapon) selundupan beredar di kawasan Asia Tenggara tiap tahunnya dan lebih dari 80 persen dari penyalurannya melewati laut. Daerah-daerah sekitar ALKI selalu sangat rawan terhadap kegiatan-kegiatan kejahatan internasional, penyelundupan manusia dan senjata, dan infiltrasi. Hal ini tentunya sangat terkait dengan kegiatan teorisme dan separatisme di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;">d) Minimnya moda transportasi laut di dalam negeri, Asosiasi Pemilik Kapal Nasional (INSA) mengemukakan bahwa kekuatan armada nasional di rute domestik saat ini meliputi 6.041 unit kapal, Sebelumnya, pada pertengahan Mei 2004, Data Departemen Perhubungan (Dephub) menyatakan, armada nasional, antara lain, kapal jenis general kargo mencapai 1.211 unit, kapal peti kemas 94 unit, jenis roro 58 unit, kapal muatan curah (bulk carrier 22 unit, kapal tanker 214 unit, jenis tongkang 923 unit, kapal penumpang 173 unit), dan tipe kapal lainnya sebanyak 1.022 unit. INSA mengakui, jumlah kapal itu itu memang tidak mencukupi karena berbagai hal. Salah satunya adalah soal pendanaan. Membuat satu unit kapal tongkang dan tug boat membutuhkan biaya sebesar US$2 juta hingga US$3 juta. Membuat kapal jenis general kargo dan kapal curah berukuran 10.000 DWT membutuhkan biaya sebesar US$19 juta. Itu harga tiga tahun lalu. Kini, dengan merosotnya<span> </span>nilai<span> </span>rupiah<span> </span>ditambah<span> </span>dengan<span> </span>krisis<span> </span>BBM (bahan<span> </span>bakar<span> </span>minyak)<span> </span>dunia, diperkirakan harga kapal mencapai tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">Jarak dari Sabang ke Jayapura sekitar 3.000 mil laut (5.556 km), jumlah kapal TNI-AL 117 buah dan 77 kapal diantaranya berusia<span> </span>21-60 tahun. Perbandingan jumlah kapal terhadap luas wilayah perairan : 1:72 ribu km persegi, dibutuhkan sekitar 350 kapal patroli untuk seluruh wilayah perairan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">Hal ini<span> </span>juga<span> </span>diperburuk<span> </span>dengan<span> </span>minimnya pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, Jepang dengan panjang pantai 34.000 km memiliki 3.000 pelabuhan perikanan (satu pelabuhan perikanan setiap 11 km garis pantai)<span> </span>dan<span> </span>Thailand<span> </span>dengan 2.600<span> </span>km panjang pantai<span> </span>mempunyai 52 pelabuhan perikanan<span> </span>(satu pelabuhan perikanan setiap<span> </span>50 km garis pantai). Sedangkan Indonesia yang memiliki<span> </span>81.000 km panjang garis pantai hanya punya 18 pelabuhan perikanan yang setingkat Jepang, atau satu pelabuhan perikanan setiap 4.500 km garis pantai. (sumber : DKP - Thn. 2003)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;">e) Rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan di Indonesia, Sekitar 16,2 juta nelayan di Indonesia atau sekitar 44 persen dari<span> </span>jumlah<span> </span>nelayan<span> </span>yang<span> </span>mencapai 37 juta<span> </span>jiwa hidup<span> </span>dibawah<span> </span>ambang kemiskinan.<span> </span>Kesejahteraan<span> </span>nelayan<span> </span>hanya<span> </span>di<span> </span>angan-angan<span> </span>saja.<span> </span>Mereka<span> </span>seolah<span> </span>mendapat perlakuan yang berbeda dibanding nasib petani.( Data - Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPP HNSI))</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">Secara nasional, gelombang tinggi yang melanda sebagian besar wilayah perairan Indonesia, yang berlangsung sejak Desember 2007 hingga sekarang telah mengakibatkan kerugian yang cukup besar terhadap usaha perikanan tangkap Indonesia. Siaran pers DKP menyebutkan, dengan jumlah nelayan 2,10 juta untuk jangka waktu 38 hari (1 Desember 2007 - 7 Januari 2008) tidak melaut asumsi kerugian sekitar Rp1,2 juta per orang.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">Apabila, diasumsikan jumlah nelayan yang tidak melaut sebanyak<span> </span>40% maka secara nasional kerugian nelayan mencapai Rp1,05 triliun, dengan pendapatan rata-rata nelayan di laut per bulan pada 2007 sebesar Rp524.770. Sedangkan riil kerugian perikanan tangkap akibat gelombang tinggi - berdasarkan laporan diterima DKP dari 29 Pelabuhan Perikanan/ Pangkalan Pendapatan Ikan pada<span> </span>periode<span> </span>itu mencapai Rp90 miliar.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">Angka-angka yang dipaparkan dan kenyataan yang dilapangan, ternyata tak mampu menggugah pemerintah untuk memerhatikan nasib para nelayan itu. Nasib mereka terkatung-katung dan hidup dalam serba kesusahan.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Alternatif Solusi Permasalahan Kelautan di Indonesia</strong><br />
<strong>Jangka Panjang: </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">a) Perlunya sebuah landasan hukum yang adil dan berpihak pada repenting umum yang mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan traditional dan monitoring dari pelaksanaan aturan hokum terse but di lapangan baik oleh premarital masyarakat ataupun lembaga independen</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">b) Diperlukan adanya sebuah sosialisasi kebijakan premarital sehingga pengaplikasian peraturan hokum terse but dapat dipahami dan dilaksanakan secara komperhensif oleh masyarakat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">c) Pada permasalahan konflik social yang berkaitan dengan penggunaan wilayah pesisir yang ada, perlu diadakannya proses mediasi oleh premarital secara adil, sehingga penggunaan lahan secara sustainable dan konservasi lingkungan dapat tercapai</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">d) Diperlukannya peningkatan kompetensi nelayan melalui training/training yang berkaitan dengan pengoptimalan hasil tangkapan, terutama pengenalan instrumen untuk kemudahan penangkapan ikan ataupun pembudidayaan ikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">e) Pemberian kredit lunak pada paara nelayan sehingga bias dimanfaatkan untuk pembelian kapal ataupun peralatan penangkapan ikan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">f)<span> </span>Perlunya intensification untuk penelitian SDA di laut yang bias di eksploitasi oleh premarital dan masyarakat secara sustainable dan ramah lingkungan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">g) Peningkatan intensitas perlindungan wilayah kedaultan RI di laut untuk memproteksi perairan laut di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Jangka Pendek: </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">a)<span> </span>Diperkenalkannya<span> </span>laut<span> </span>sejak<span> </span>dini<span> </span>ke<span> </span>siswa<span> </span>sekolah<span> </span>untuk<span> </span>membranous<span> </span>semangat kecintaan tethadap dunia kelautan di Indonesia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">b) Proses training secara terpadu nelayan di Indonesia secara periodic berkaitan dengan peningkatan kualitas nelayan di Indonesia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">c) pemberian kredit lunak kepada nelayan untuk meningkatkan instrumen penangkapan hasil laut.</p>
<p class="MsoNormal">Strategi pengembangan laut di Indonesia :</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">1.<span> </span>Perlu adanya sebuah kebjakan umum yang berwawasan kelautan untuk memberikan arah pembangunan laut secara berkala</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">2. Perlu adanya penerjemahan praktis dalam rencana kerja sehingga program kelautan tepat sasaran</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">3. Pensosialisasian rencana kerja terse but ke masyarakat dan membentuk task force di masyarakat pesisir untuk memudahkan program pembangunan kelautan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">4. Perbaikan dan pembentukan infrastruktur ataupun instrumen kelautan yang mendukung strategi kebijakan secara umum</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">5. Diperlukan adanya proses monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan kebijakan teknis tersebut secara umum.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">*Ditulis Oleh:</p>
<p class="MsoNormal"><strong>ACHMAD ADHITYA </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>University of Leiden, Leiden, Netherlands<br />
NIOO - KNAW, Yerseke, Netherlands</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Referensi </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Aziz, K.A., M. Boer, J. Widodo, N. Naamin, M. H. Amarullah, B. Hasyim, A. Djamali dan B. E. Priyono, 1998. Potensi, Pemanfaatan dan Peluang Pengembangan Sumberdaya Ikan Laut di Perairan Indonesia. KOMNAS KAJISKANLUT, Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dirjen Perikanan, 1998. Statistik Perikanan 1998. Ditjen perikanan. Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">FAO, 1995. Cood of Conduct for Responsible Fisheries. FAO, Rome. Kamaluddin, L. M. 1999. Potensi Kelautan dan Ekonomi Rakyat. Harian Umum Republika, 17 Juli 1999.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.dkp.go.id/content.php?c=145/">http://www.dkp.go.id/content.php?c=145</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2009/04/05/indonesia-bangkit-lewat-laut.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>e-book Belajar bahasa belanda</title>
		<link>http://elroem.com/2009/01/23/e-book-belajar-bahasa-belanda.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2009/01/23/e-book-belajar-bahasa-belanda.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 02:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[my library]]></category>

		<category><![CDATA[ebook belajar bahasa belanda]]></category>

		<category><![CDATA[tata bahasa belanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa belanda memang bukanlah bahasa internasional seperti bahasa inggris yang umum digunakan, dan dianggap penting. tetapi bagi sejarahwan yang berkecimpung dalam dunia sejarah, terutama sejarah indonesia, bahasa belanda merupakan satu komponen yang penting untuk dipahami dari segi tata bahasa ataupun segi literaturnya. masih banyaknya sumber sejarah indonesia yang berbahasa belanda menjadikan penguasaan bahasa belanda menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahasa belanda memang bukanlah bahasa internasional seperti bahasa inggris yang umum digunakan, dan dianggap penting. tetapi bagi sejarahwan yang berkecimpung dalam dunia sejarah, terutama sejarah indonesia, bahasa belanda merupakan satu komponen yang penting untuk dipahami dari segi tata bahasa ataupun segi literaturnya. masih banyaknya sumber sejarah indonesia yang berbahasa belanda menjadikan penguasaan bahasa belanda menjadi satu komponen penting  dalam penelitian kesejarahan.</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3264321/Indonesian1.1.pdf.html">Download</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2009/01/23/e-book-belajar-bahasa-belanda.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>A Handbook of Teori Arkeologi dan Cerita Rakyat</title>
		<link>http://elroem.com/2009/01/18/a-handbook-of-teori-arkeologi-dan-cerita-rakyat.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2009/01/18/a-handbook-of-teori-arkeologi-dan-cerita-rakyat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 07:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[methodology]]></category>

		<category><![CDATA[arkeologi cerita rakyat]]></category>

		<category><![CDATA[arkeologi folklor]]></category>

		<category><![CDATA[handbook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Archaeology and Folklore (Theoretical Archaeology Group Series)
By Amy Gazin-Schwartz, Cornelius Holtorf
Routledge &#124; 287 pages &#124; 1999-11-08 &#124; ISBN: 0415201446 &#124; PDF &#124; 8.2mb

Cerita rakyat dan arkeologi biasanya dianggap sebagai dua teori yang mengambil pendekatan sangat berbeda dari yang penting dan bersejarah tentang monumen kuno dan interpretasi terhadap kehidupan di masa lalu. Arkeologi dan Cerita Rakyat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>Archaeology and Folklore (Theoretical Archaeology Group Series)<br />
By Amy Gazin-Schwartz, Cornelius Holtorf</strong><br />
Routledge | 287 pages | 1999-11-08 | ISBN: 0415201446 | PDF | 8.2mb</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Cerita rakyat dan arkeologi biasanya dianggap sebagai dua teori yang mengambil pendekatan sangat berbeda dari yang penting dan bersejarah tentang monumen kuno dan interpretasi terhadap kehidupan di masa lalu. Arkeologi dan Cerita Rakyat menjelajahi kompleksitas hubungan antara dua disiplin keilmuan untuk menunjukkan apa yang mereka dapat belajar dari satu sama lain.</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3221825/folklorearcheology.pdf.html"> download</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2009/01/18/a-handbook-of-teori-arkeologi-dan-cerita-rakyat.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surga itu bernama Nusantara(2)</title>
		<link>http://elroem.com/2008/12/13/surga-itu-bernama-nusantara2.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2008/12/13/surga-itu-bernama-nusantara2.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 14:42:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[my library]]></category>

		<category><![CDATA[pelayaran belanda di indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[sejarah rempah-rempah]]></category>

		<category><![CDATA[surga itu bernama nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[
Monopoli Belanda di nusantara
Pencarian negeri rempah-rempah terus berlanjut. Pentingnya rempah-rempah bagi negara –negara di Eropa serta peperangan yang terjadi antar negara-negara di Eropa seperti Spanyol, Portugis, Inggris dan Belanda , menjadikan Belanda menempuh sendiri perjalanan ke timur untuk mencari negeri asal rempah-rempah. Lalu apa yang menjadikan Belanda harus mencari jalan ke Timur dan melakukan penjelajahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><a href="http://elroem.com/wp-content/uploads/2008/12/ship.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-287" title="ship" src="http://elroem.com/wp-content/uploads/2008/12/ship-300x127.jpg" alt="" width="300" height="127" /></a><br />
<strong><span lang="PT-BR">Monopoli Belanda di nusantara</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="PT-BR">Pencarian negeri rempah-rempah terus berlanjut. Pentingnya rempah-rempah bagi negara –negara di Eropa serta peperangan yang terjadi antar negara-negara di Eropa seperti Spanyol, Portugis, Inggris dan Belanda , menjadikan Belanda menempuh sendiri perjalanan ke timur untuk mencari negeri asal rempah-rempah. </span>Lalu apa yang menjadikan Belanda harus mencari jalan ke Timur dan melakukan penjelajahan demi rempah-rempah?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Ditaklukannya portugis oleh spanyol pada tahun 1580 dan peperangan yang terjadi antara Belanda melawan Spanyol tahun 1568-1648 menjadikan tidak diijinkannya Belanda membeli rempah-rempah yang berpusat di Lisabon. <span lang="PT-BR">Sehingga kemudian mereka berusaha mencarikan sendiri pusat rempah-rempah di dunia Timur.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pada awanyal di abad ke-16, armada-armada Portugis dengan kecepatan mengejutkan melintasi lautan sampai Timur Jauh. Mereka kemudian menguasai perdagangan rempah-rempah yang laku keras di pasaran Eropa. Rempah-rempah bukan saja sebagai penyedap dan pengawet makanan, tapi juga sebagai bahan obat-obatan. Karenanya, Lisabon kala itu menjadi pusat perdagangan yang ramai di Eropa. Barang-barang dagangan dari Asia, dan terutama dari kepulauan Nusantara ini menumpuk di kota tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Orang-orang Belanda sendiri banyak memperoleh keuntungan dari perdagangan rempah-rempah itu. Tetapi, pada 1580 Portugis dikuasai Spanyol. Belanda sendiri tengah berjuang membebaskan diri dari Spanyol. Kemudian, Lisabon tertutup bagi kapal-kapal Belanda. Mereka harus mencari sendiri jalan ke Nusantara, negeri asal rempah-rempah itu.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--></span><span lang="PT-BR">Para petualang Belanda beruntung karena mereka memperoleh informasi perjalanan bangsa Portugis ke Asia dan Indonesia dari Jan Huygen Van Linschoten, seorang penjelajah Belanda yang ikut pelayaran Portugis sampai di Indonesia. Ia menulis buku yang berjudul “Itinerario, Voyage Ofte Schipvert naer Oost ofte Portugaels Indiens “ (catatan perjalanan ke Timur, atau Hindia Portugis).<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sayangnya, beberapa kali ekspedisi kapal Belanda selalu gagal mencapai kepulauan Indonesia. Ternyata armada-armada ini salah jalan, melewati rute arah utara. Tapi, kegagalan ini tidak membuat armada-armada putus asa. Mereka terus mencoba mendatangi Indonesia. Tahun 1599, suatu ekspedisi dari empat buah kapal dipimpin Cornelis de Houtman mendarat di Banten, setelah lebih setahun mengarungi samudera. Tapi, ekspedisi ini tidak berhasil membeli rempah-rempah. Bahkan mereka diusir oleh Sultan Banten, karena sikap orang Belanda yang congkak. Bahkan, sepertiga awak kapalnya meninggal dunia dalam ekspedisi ini. Dari 247 awak kapal, hanya tinggal 87 orang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sekalipun tidak mendapatkan rempah-rempah dalam jumlah besar, tetapi ekspedisi ini disambut besar-besaran ketika tiba kembali di negeri Belanda. Seluruh awak kapal yang masih hidup disambut bak pahlawan. Ini yang dianggap penting oleh mereka, karena jalur laut ke Nusantara telah ditemukan. Sejak saat itu, tidak henti-hentinya armada laut Belanda mendatangi Nusantara. Sayangnya, para pedagang Belanda yang berambisi untuk mendapatkan keuntungan besar, saling bersaing. Agar persaingan tidak sehat yang merugikan ini tidak berkepanjangan, maka pada 20 Maret 1602 dibentuklah Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC), atau Perserikan Dagang Hindia Timur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">bersambung &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2008/12/13/surga-itu-bernama-nusantara2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surga itu bernama Nusantara</title>
		<link>http://elroem.com/2008/12/13/surga-itu-bernama-nusantara.html</link>
		<comments>http://elroem.com/2008/12/13/surga-itu-bernama-nusantara.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 11:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elroem</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[my library]]></category>

		<category><![CDATA[kolonialisasi di nusantara]]></category>

		<category><![CDATA[rempah-rempah]]></category>

		<category><![CDATA[sejarah nusantara]]></category>

		<category><![CDATA[surga itu bernama nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elroem.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[
Tanpa berniat mengunggul-unggulkankan bangsa ini serta menjerumuskan diri kedalam mimpi-mimpi tentang kejayaan nusantara masa silam, dengan tanpa melihat realitas yang ada sekarang, judul ini saya buat (kan Baytii Jannatii, atau rumahku adalah surgaku) . Paling tidak judul diatas cukup mendukung dengan tujuan dari blog ini, yaitu menumbuhkan kesadaran Historis tentang sejarah bangsa ini, dengan mencoba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://elroem.com/wp-content/uploads/2008/12/paradise.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-278" title="paradise" src="http://elroem.com/wp-content/uploads/2008/12/paradise-300x240.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a></p>
<p>Tanpa berniat mengunggul-unggulkankan bangsa ini serta menjerumuskan diri kedalam mimpi-mimpi tentang kejayaan nusantara masa silam, dengan tanpa melihat realitas yang ada sekarang, judul ini saya buat (kan <em>Baytii Jannatii</em>, atau rumahku adalah surgaku) . Paling tidak judul diatas cukup mendukung dengan tujuan dari blog ini, yaitu menumbuhkan kesadaran Historis tentang sejarah bangsa ini, dengan mencoba mengkaji apa yang menyebabkan bangsa-bangsa Eropa begitu antusiasnya untuk dapat menguasai kepulauan nusantara dimasa lalu sampai pada mengapa Indonesia dimasa kini yang dikenal dengan negara kepulauannya serta ke-bahari-annya menjadi terlupakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” Itu kata Koes Plus beda lagi bila sejarah yang bilang. Kalo kita mau kilas balik sebentar ke sejarah bangsa kita Indonesia -dahulu dikenal nusa-antara, oleh sebab itu saya pakai kata nusantara untuk tema diatas- mengapa dahulu orang-orang Eropa menancapkan kolonialisasinya di Nusantara. <em>Jarene wong tuwo-tuwo biyen</em> dan buku sejarah yang saya baca serta hasil browsing sana sini, ceritanya begini;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">sebelum <span style="color: black;">berhasilnya ekspedisi pelayaran<strong><span style="font-weight: normal;"> </span></strong>Cornelis de Houtman ke Nusantara untuk membuka perdagangan dengan Asia dan untuk mencari jalur rempah-rempah sebagai komoditas dagang saat itu, portugis sudah lebih dahulu -</span>Pelopor penjelajahan Portugis adalah Pangeran Henry &#8220;Pelaut&#8221; (1394-1460) yang sampai di pantai Barat Afrika dan mereka menemukan emas di Afrika- <span style="color: black;">melakukan mencari jalur pelayaran ke negeri rempah rempah, emas dan batu-batu mulia yang banyak ditulis oleh penulis Yunani seperti Dionysius Perigetes, Ptolemy juga tulisan yang ada pada sejumlah manuskrip. Tapi sebelum itu saya akan berceritera tentang peta dulu, soalnya kebanyakan mereka mencari jalur itu menggunakan peta, atau bisa jadi </span><span style="color: black;">Kolonialisme dimulai dari sebuah peta ??<br />
</span><a href="http://elroem.com/wp-content/uploads/2008/12/side.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-279" title="side" src="http://elroem.com/wp-content/uploads/2008/12/side-300x244.jpg" alt="" width="300" height="244" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="color: black;">Dari sebuah gambaran penuh dengan simbol, arah navigasi ditentukan dan sebuah sasaran yang ditargetkan </span><span lang="IN">Pentingnya fungsi Peta pada waktu itu dapat dimaklumi, karena dunia Pelayaran belum mengenal peralatan seperti Radar, GPS dan peralatan Nautical lainnya.<span style="color: black;"> Dibangku sekolah dasar, kita mengenal nama </span>Marcopolo dengan bukunya “Book of Various Experiences” mengisahkan tentang keajaiban dunia atau Imago mundi, Alfanso Albuquerque, Vasco de Gama, <span style="color: black;">Colombus, Cornelis de Houtman , orang Belanda pertama yang berlayar di Jawa (tentang pelayaran De Houtman telah saya posting sebelumnya). Sepanjang kita mempelajari Sejarah Indonesia dan bahkan para sejarahwan Indonesia sangat sedikit yang mengenal nama Jan Huygen van Linschoten. Padahal tanpa tokoh itu, mungkin negara kita yang belakangan dikenal dengan nama Indonesia tak terlalu terburu – buru dijajah. </span>Lewat peta itu bangsa Eropa memberitakan kekayaan bangsa Asia Tenggara untuk mengundang pelaku Kolonialisme lain ataupun penanam modal. Peta kuno memegang peranan penting bagi penaklukan sebuah kawasan, dan dipandang sebagai dokumen rahasia karena betapa mahalnya sebuah manuskrip yang mengungkap jalur ke wilayah Nusantara. selain dari nilai peta kuno yang memiliki mutu Estetika, dibandingkan dengan peta modern, peta kuno jauh lebih memiliki nilai artistik. Sesungguhnya minimnya peralatan dan pengetahuan lazim menghasilkan peta kuno yang jauh dari presisi. Prinsip Supply – Demand juga berlaku dalam bursa peta kuno dan memiliki harga pasar yang sangat tinggi -Sebuah Peta Pulau Jawa karya kartografer Prancis Bellin tahun 1775 dijual seharga US$ 1.970 oleh Edwin Raharjo yang memiliki hobby mengumpulkan peta kuno -Diantara negara – negara Eropa, Negara Portugal mempunyai keinginan untuk membuktikan kebenaran cerita tadi. </span>Setelah menaklukan Malaka ( 1511 ), Alfonso de Albuquerque meneruskan pelayarannya dengan tiga kapal. menuju ke Maluku dan Jawa. Ahli Kartografi Fransisco yang menyertai ekspedisi itu membuat Peta dari Kepulauan dan Perairan yang dikunjungi. Sejak akhir abad 15 Peta sudah mulai dibuat di Eropa dan dapat dikatakan bahwa penerbit dan ilmuwan Eropa mendominasi pembuatan Peta sampai awal abad 20. <span lang="PT-BR">Dalam ekspedisi tersebut salah satu kapal secara tak sengaja menabrak kapal karam di perairan Banda. </span>Mereka terdampar, penduduk setempat dengan ramah menolong mereka dan menjual Pala dengan harga yang sangat murah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dari situlah semua bermula, rempah – rempah yang semula harus didapat bangsa Eropa melalui beberapa tangan yaitu pedagang Melayu, Cina dan Arab dengan harga ribuan kali lipat, ternyata dapat diperoleh dengan begitu murah. Bau harum semerbak pun segera memenuhi udara Eropa, membuat bangsa – bangsa Pelaut lain tertarik untuk datang. Belanda negara yang terhitung paling muda dibandingkan dengan Spanyol, Portugal dan Inggris ingin juga turut dalam persaingan meluaskan tanah jajahan. <span lang="IN">Pada tahun 1595 Kerajaan Belanda memberi kepercayaan kepada Maskapi Dagang Hindia Belanda ( VOC ) untuk memulai misi ke Timur (untuk cerita ini saya suka sekali komik karya DwiKoen &#8220;Sawung Kampret&#8221;, banyak muatan sejarah didalamnya yang dikemas dengan humor yang renyah).<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Rempah-rempah dan jalan menuju surga</strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="PT-BR">Mungkin kita selama ini bertanya seberapa penting rempah-rempah bagi negara-negara di Eropa masa itu hingga harus mencari dan memperebutkannya. Dari hasil baca, saya mendapati ternyata rempah-rempah digunakan untuk memanggil para dewa dan mengusir para iblis, menyembuhkan penyakit serta mencegah epidemi, dikatakan bekerja jauh lebih efektif dibanding emas, sebagai alat pembayaran dan bahkan menjadi alat pembayaran internasional. Sebuah blog milik seorang jurnalis berkebangsaan rusia yang kemudian di terjemahkan oleh Elzaki Hidayatullah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="PT-BR">menuliskan seperti ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Apa yang sebenarnya ingin dicari Columbus bukanlah Amerika, tapi India (semua anak sekolah dasar juga tahu). Namun jarang sekali diketahui orang bahwa yang dimaksud Columbus dengan India pada waktu itu bukanlah negeri India yang kita kenal sekarang, tapi adalah wilayahnya di selatan termasuk bagian daripada yang merupakan wilayah Indonesia sekarang, seperti yang tertulis di prasasti. Dari prasasti dapat diketahui juga bahwa Columbus pada mulanya menuju kesana bukan untuk mencari emas aja.<br />
Jadi apa tujuan Columbus kesana?! Sebenarnya dia mencari rempah-rempah sebagai tujuan utama, baru kemudian mencari hal berharga lainnya yang telah membuat bangsa-bangsa Eropa bergantian menancapkan kolonisasinya. Yang pertama menancapkan kolonisasinya adalah “kerajaan maritim” Portugis, baru kemudian bangsa Spanyol yang mengkolonisasi dengan kekuatan yang lebih besar dan menguasai wilayah yang lebih luas, setelahnya menyusul bangsa Inggris dan Belanda&#8230;.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Ngomong-ngomong, apakah Anda tahu gelar lengkap raja Jacob I dari Inggris (1566-1625)? “Raja Inggris, Skotlandia, Irlandia, Perancis, Puloway dan Puloroon”! (Pulo disini maksudnya pulau, Ai dan Run, adalah dua pulau yang sangat kecil di perairan Banda, Maluku, pulau ini pernah berhasil dikuasai Inggris dalam masa yang singkat pada abad XVI).</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Oya ada cerita yang berhubungan dengan pulau Run, yang menurut saya adalah salah satu lelucon sejarah yang paling lucu. Setelah mulainya perang Inggris-Belanda yang kedua, armada Belanda mengalahkan orang-orang Inggris, dan setelah menyerang Temza mereka mengancam London, sehingga Inggris pada 31 Juli 1667 harus menandatangani perjanjian Breda yang sangat menghinakan Inggris. Belanda menguasai pulau Run yang ditaklukan pada waktu itu (juga Suriname di Amerika Selatan). </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Agar tidak nampak jelas seperti perampokan, mereka memberikan penggantinya untuk London – New Amsterdam di Amerika. Sekarang pulau Manhattan… Rempah-rampah dulu adalah IMPIAN. Salah satu bait puisi Irlandia abad XIII yang berjudul The Land of Cockayne, mengatakan bahwa disana ke dalam mulut orang-orang dengan sendirinya beterbangan burung kutilang yang sudah dimasak, yang ditaburi dengan cengkeh dan kayu manis…<br />
Lucukah? Kalau iya, sebenarnya seperti itu juga Peter Damian (1007 - 1072, uskup dan dokter gereja asal Italia melukiskan Surga: “Sungai madu mengalir, mengeluarkan bau rempah-rempah dan wangi anggur”… </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Bagaimana menurut Anda? Untuk apa Columbus membawa penerjemah bahasa Hebrew-Spanyol dalam ekspedisinya? Dia yakin (karena buku-buku di perpustakaannya menjelaskan demikian) bahwa dia akan berlayar di atas tanah menuju Surga … (dan mungkin memang tidak jauh dari kebenaran<span> </span>lebih jauh mengenai bagaimana Columbus bersama Cortes dengan gigih mencari Surga di Amerika akan saya tulis pada posting yang berbeda)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Namun, pemujaan terhadap rempah-rempah sudah dimulai jauh sebelum lahirnya Yesus. Uskup Palladius pada pertengahan abad IV menulis bahwa pernah diterima dari Cretans resep tentang pembuatan anggur yang ditaburi dengan rempah-rempah yang mana menurut mereka, resep itu mereka terima dari seorang bijak dari Delphi pada jaman mereka.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Dahulu para pelaut Yunani berperan menjadi sentral utama perdagangan lada di pantai Malabar Kalkota sehingga salah satu penamaan lada dalam bahasa Sansekerta adalah yavanesta –“gairah orang Yunani” . Orang Yunani bukanlah yang pertama dalam hal tersebut. Karena dua biji merica ditemukan di kedua lubang hidung mumi firaun Ramses II yang wafat duabelas abad sebelum kelahiran Yesus. Tapi selanjutnya orang Romawilah yang melakukan impor rempah-rempah dari “India” dalam jumlah besar.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Dari keempat rempah-rempah yang sangat penting di jaman kuno dan abad pertengahan berikut ini (cengkeh, pala/biji pala, kayu manis/cassia dan lada hitam) dua jenis terakhir bukan berasal dari kepulauan Maluku: tempat asal lada hitam adalah Malabar yang terletak di pesisir pantai Hindustan, sementara kayu manis asalnya dari barat dan barat daya Sri Lanka). Walaupun demikian disini harus juga diceritakan mengenai lada dan kayu manis – bukan hanya karena lada pada abad pertengahan ditumbuhkan juga di Jawa walaupun dalam jumlah yang lebih kecil jika dibandingkan dengan yang ditumbuhkan di India, tapi juga mengenai sejarah kayu manis yang tidak terlepas dari analognya yang berkembang di seluruh Asia Tenggara bahwa cassia dianalogikan “untuk orang miskin”. </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Oleh sebab itu di dunia luar mereka dipahami secara berbeda-beda</span><span lang="PT-BR">. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR"><span> </span></span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Dan berapa kali coba alkitab menyebutkan soal rempah-rempah! Baca lagi injil Lukas dan Yohanes yang menceritakan tentang bagaimana tubuh Yesus diturunkan dari tiang salib… </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;">Ngomong-ngomong, surat al-insan dalam Al-quran juga menyebutkan soal rempah-rempah “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi anggur) yang campurannya adalah air kafur (air jahe)”. </span><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Al Tabari, seorang ulama besar pernah menulis bahwa ketika terusir dari Surga Adam menangis karena sesal, air matanya menjelma menjadi batu permata dan rempah-rempah. Batu permata dan rempah-rempah itu menjadi pelipur hati bagi umat manusia setelah turunnya Adam dari Surga.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Namun, itu baru setelah masa-masa selanjutnya&#8230;. Tahukah Anda nama dewa utama orang Phoenician Vaal-Ammon jika diterjemahkan adalah “Pemilik Altar wangi”&#8230; </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Pendeknya, dahulu rempah-rempah itu bersifat ketuhanan. Rempah-rempah tidak hanya disamakan dengan nectar dan ambrosia, tapi juga sangat sering dianggap sebagai nectar dan ambrosia. Dan itu terlepas dari namanya yang terkesan biasa! Kan ciri-ciri bunga kering yang tidak mekar yang tumbuh pada pohon kecil yang selalu hijau (tingginya jarang lebih dari 12 meter) Syzygium aromaticum (alias Eugenia caryophyllata) ini diasosiasikan dengan “paku”, tidak hanya dalam bahasa Rusia, tapi juga dalam bahasa Cina (“paku wangi” – ting-hiang). Serta dalam bahasa Inggris dan Perancis padanannya (clove/clou) disadur dari bahasa Latin, yaitu clovus yang bermakna sama- paku.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Tapi wanginya! Sebelum pelayaran laut jadi tidak diminati oleh karena kapal-kapal yang bau, para pelaut berpengalaman diyakinkan bahwa mereka akan merasakan dekat ke “kepulauan rempah-rempah” jauh sebelum kepulauan itu nampak di horizon – dari baunya…</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Dan jauh setelahnya – pada abad pertengahan – ekstrak cengkeh dan kayu manis digunakan untuk mengurangi rasa sakit penderita pes (ngomong-ngomong, tentang penggunaan cengkeh dan lada sebagai obat-obatan pernah ditulis oleh Bede (sekitar 673-735), dia orang yang patut dimuliakan atas jasanya). Walaupun, disini dia hanya sebagai penerus orang yang punya wewenang, Galen salah satu dokter dan ahli purbakala terkenal yang hidup pada abad II M.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Dan dimasa-masa selanjutnya biarawan Fransiskan Roger Bacon (1220-1292) menyarankan campuran yang terdiri dari ular tedung yang digiling dan dikeringkan, cengkeh, pala dan bunga pala sebagai ramuan anti tua. Pengertian tentang makna “rempah-rempah” dan “obat-obatan” begitu identiknya, sehingga dalam bahasa Italia hingga sekarang kata speziale menjadi salah satu sebutan untuk ahli farmasi.<br />
Ngomong-ngomong, bagi saya entah mengapa orang Romawi kuno umumnya lebih menarik dari orang Yunani. Mungkin karena berdasarkan keterangan ahli sejarah bahwa mereka memiliki kebiasaan setiap pagi memberikan sesaji wewangian dan rangkaian bunga kepada Lares dan Penates yang menjaga perapian di rumah mereka, seperti juga tradisi di Bali saat ini.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;" lang="PT-BR">Tahu tidak pada tahun berapa saya, secara pribadi, menandai berakhirnya “era rempah-rempah” dalam sejarah manusia? Tahun 1937. Pada tahun itu Raja Inggris untuk terakhir kalinya menerima sewa berupa seratus shilling dan satu pon lada hitam dari walikota Lauceston yang merupakan sebuah kota kecil Cornish.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elroem.com/2008/12/13/surga-itu-bernama-nusantara.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
